#AnggiManggi : BERSYUKUR

Ada yang bertanya, "Kamu hidup untuk bekerja atau Kerja untuk hidup?"

Absolutely my answer is the second. Saya kerja untuk hidup. Saya kerja agar untuk makan setiap harinya. I'm not work addict. I'm not money addict. Saya tidak serendah itu. Memang semua hal butuh uang, semuanya bisa lancar dengan uang. Tapi bukan berarti uang segalanya kan? Bukan berarti semua hal bisa dibeli dengan uang.

Kebahagiaan? Bisa dibeli dengan uang kah? Of course, NOT. Menurut saya, uang itu bukan penentu kebahagiaan. Banyak diluar sana yang banyak materi tapi tidak bahagia. Banyak. Tapi saya disini sekarang, saya tidak banyak dalam hal materi, jujur saya kere. Tapi ada satu hal yang selalu saya syukuri, yang selalu saya banggakan. Saya mempunyai hidup yang bahagia.

Saya mempunyai Suami yang selalu setia. Saya mempunyai pekerjaan yang sangat saya cintai. Saya mempunyai teman yang baik. Saya mempunyai kehidupan yang sempurna-menurut saya-. Meskipun menurut orang lain hidup saya biasa-biasa saja. Tapi saya selalu bersyukur apapun itu. Saya selalu mencoba bersyukur dalam keadaan apapun. Saya sakit, Alhamdulillah dosa-dosa saya digugurkan Allah. Karena sakit adalah penggugur dosa. Saya susah pun, saya mencoba untuk selalu bersyukur. Karena saya yakin, dibalik kesusahan pasti ada kebahagiaan. Itu yang selalu suami saya ajarkan.

Memang saya bukan Muslim yang taat. Tapi setidaknya saya berusaha menjadi "Orang Baik". Setidaknya saya belajar lebih menghargai orang lain. Saya belajar menjadi pribadi yang baik lagi, lagi dan lagi. Selalu saya tanamkan dalam hati saya, jangan berpikiran negatif ke orang lain. Selalu saya ingat. Karena kita tidak tau apa yang sedang dia rasakan. Apa yang sedang dia alami. Apa musibah yang menimpa dia. Jadilah sebaik-baik manusia, kata Allah.

Jangan tanamkan iri hati, dengki dalam hati. Jangan tanamkan penyakit di hatimu. Jangan iri dengan hidup orang lain. Jangan dengki dengan apa yang orang lain dapatkan. 1 yang selalu saya ingat, Allah saya itu Maha Adil. Yang di maksud adil disini bukan sama rata. Bukan, rejeki saya 100.000 rejeki kamu juga 100.000. Sama sekali bukan. Yang dimaksud adalah adil sesuai kapasitas kita. Adil sesuai kebutuhan kita. Berbaik sangkalah pada Allah.

Rejeki setiap manusia itu berbeda. Kenapa saya katakan seperti ini. Karena rejeki saya, seorang pembantu berbeda dengan rejeki seorang PNS. Karena kebutuhan kita berbeda. Kebutuhan saya mungkin untuk makan sehari-hari, dan beli apapun yang penting dahulu. Sedangkan PNS membayar cicilan mobil, membayar cicilan sepeda motor, membeli makanan sehari-hari, bayar gaji pembantu, bayar servis kendaraan. Itu sebabnya rejeki kita berbeda. Itu sebabnya Allah melebihkan rejeki orang yang satu dengan lain sesuai kebutuhan. Yang dimaksud adil di sini adalah seperti itu.

Dan juga, Rejeki itu tidak selalu tentang Materi. Pernahkah kamu berpikir, kita bernafas dengan lancar setiap hari itu adalah salah satu Rejeki yang besar. Kita bisa melihat, kita bisa tersenyum, kita bisa berjalan, kita bisa tertawa lepas itu adalah Rejeki yang besar sekali. Betapa beruntungnya saya bisa melakukan itu semua. Betapa bersyukurnya saya atas semua nafas yang terhembus. Mungkin banyak dari kita yang tidak sadar akan hal tersebut. Cobalah untuk mensyukuri setiap hal kecil dalam hidup kita.

Betapa bersyukurnya saya ber-suami-kan laki-laki yang bisa menjadi panutan saya. Selalu mengingatkan jika saya melampaui batas. Selalu mengajarkan saya apa artinya hidup. Selalu mengajarkan saya bagaimana menghadapi semua hal, bagaimana menjadi kuat dalam kondisi apapun, bagaimana menjadi wanita yang tidak manja, banyak hal yang saya pelajari dari suami saya. Dan saya sangat sangat bersyukur dengan hadirnya dia di hidup saya.

Mungkin banyak yang bicara, "halah sok bijak"  "sok nasehatin, hidupnya juga gak bener" . Sudah saya terangkan di atas, saya belajar menjadi orang baik. Ya wajar sih, kalau masih banyak kekurangan saya. Yang terpenting saya sudah membagi pendapat saya. Saya sudah mengingatkan. Urusan kamu menerima atau menolak itu sepenuhnya Hak kalian. Tidak ada paksaan. Ilmu itu bebas ada dimanapun. Tapi ilmu dari pengalaman itu yang berharga. Satu kata terakhir. BERSYUKUR. Terima kasih...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Everything about ACV (apple cider vinegar)

Review Natasha Skincare